Melodi Biru dalam Sebuah Perjalanan

Ba'da jum'at kami sang pasukan biru rinjani muda bersiap melakukan perjalanan ke mataram untuk mengadiri meet up bareng sahabat Beasiswa Mataram dan Juga Mr. Mulyono Latief yang akan memperkenalkn kami dengan Victory University, sebuah universitas di melbourne australia serta berbagi dan menjelaskan bagaimana caranya mendapatkan beasiswa. 

Mendung yang Senantiasa Menyembunyikan Matahari dalam Rahim Langit
Perjalanan dari kampus ke mataram dalam waktu normal di tempuh sekitar 1.5 jam, kami berangkat 15 orang mengunakan sepeda motor.  Ku pandang langit yang tak sebiru almamater kami, matahari pun seakan malu-malu menampakkan diri, yaaah... sepertinya akan hujan,.,. dan biurrrrrrr,... deras hujan menghujam almamater yang melekat pada tubuh ini hingga harus berteduh di tepian ruko.

Apa boleh buat kami harus menunggu hujan reda. Namun apadaya hujan tak kunjung berhenti, selagi hujan mengecil kami berlari ke arah motor dan beranjak, dingin rasanya untuk melanjutkan perjalanan namun karena tekad kuat dan rasa kebersamaan mengalahkan rasa dingin. Sekali lagi hujan tak kunjung berhenti, selagi hujan kecil pun kami bergegas, tak peduli jalan begitu licin atau baju basah demi sebuah pengetahuan. Setibanya di mataram,,, uuuh ternyata mataram cerah, jalanan kering, ya memang hujan lokal hal yang biasa di indonesia.

Muliatun, OH muliatun
Sesampai di mataram kami rehat sejenak tuk menyerahkan diri kepada tuhan menjalankan kewajiban sebagai muslim, sholat ashar selesai, pak presma mengintruksi tuk begegas, eits,, "buk bendahara mana? celetuk salah satu kawan, yaah,., Muliatun, bendahara umum BEM Rinjani Muda sepertinya tersesat dan tertinggal jauh dari rombongan,.telfon dan sharelok via Whatsapp ke buk mulaitun pun jutaan kali, takut rekan rekan "Sahabat Beasiswa" menuggu terlalu lama, kami bergegas ke lokasi, "Taman Pancing Resto" dua nona manis sarat prestasi menyambut kami, mempersilahkan duduk, memanggil waiter menunjukkan tabel menu, keasyikan ngobrol sembari menunggu Mr. Mulyono Latief, sampai Lupa kalau buk Mulaitun sang Bendahara umum belum  nongol batang hidungnya,😄
Eka, salah satu nona tangguh dan solusioner di rinjani muda, bergegas mencari posisi buk bendum,. bebrapa menit nona eka beranjak,,. Mr, Mulyono tiba dengan senyum khas, brewok tipis, dan rambut yang spertinya tak subur lagi ✌, menyapa dengan hangat bak selimut tebal bulu domba, ramah dan sedikit gurauan.

Victoria University, Melbourne
A World Class University

 16.47 wita, "Sahabat Beasiswa" membuka sesi Diskusi and Sharing with Mr, Mulyono, detail tentang bagaimana cara mendapatkan beasiswa luar negeri, syarat-syarat sampai tips tips juga sudah di jelaskan oleh Mr. Mulyono, yang menjadi dasar adalah, harus bisa bahasa inggris dulu, ya iyalah kan kita beasiswa luar negeri, kita akan kuliah di negara yang berbahasa inggris, ada banyak lembaga yang menyediakan beasiswa luar negeri, salah satunya yang cukup familiar adalah LPDP, dan satu quote dari beliau adalah "Beasiswa itu tidak diberikan, tapi dicari,.

Untuk mendapatkan beasiswa, jelas kita tidak hanya kuliah, kamar, kuliah, kamar,. kita harus beruasah mencari Link atau Info-info beasiswa, dan mempersiapkan diri sematang mungkin, baik itu dari kefasihan berbahsa inggris, maupun unsur-unsur lainnya, yang di butuhkan penyedia beasiswa.

Muliatun dan eka tiba, ditengah-tengah diskusi, karena baru tiba, jadi banyak penjelasan-penjelasan yang mereka lewatkan, hingga menimbulkan pertanyaan demi pertanyaan, Mr. Mulyono menjawab semua pertanyaan - pertanyaan yang dilontarkan rekan - rekan Rinjani muda maupun Sahabat Beasiswa dengan santai dan detail.

1 jam lebih kami berdiskusi, hampir maghrib sudah, Diskusi selesai ditutup dengan foto bersama.

Silaturahmi ke BEM Universitas Mataram
 Selepas acara, kami bergegas menuju sekret BEM UNRAM, bertamu dengan kawan kawan gelora perjuangan, sembari istirahat tuk menunaikan kewajiban, sambutan luar biasa dari kawan-kawan BEM UNRAM, bisng hantaman hujan yang begitu deras menjadi backsound kami berdiskusi Saling mengisi dalam arah gelora juang yg sama dengan ghirah muda semangat stinggi Rinjani. Ketukan emosional dalm jalan juang menyatukan kabinet Gelora juang BEM UNRAM dan kabinet Rinjani Muda BEM UGR, Menyatukan gagasan dan narasi" Gemilang dgn ide" kreatif untuk belajar dan berproses brsama.

Asyik bersua tak sadar ada suara lain terdengar, kruuuk, kruuuk,,,. itu suara kodok? oouh bukan, itu suara perut yang keroncongan,. wkwkwkwkwk.... dari siang di tempa hujan, almet basah kering dibadan, "assalamualaikum,salah seorang kawan BEM unram datang dengan dua plastik besar berisi nasi bungkus dan kerupuk, " oke kita makan dulu ya, Sahut liga, presma bem unram. wajah dingin, tubuh mengkerut seketika berubah menjadi lebih berseri dan segar. 😅😅  suasana kembali hidup, sembari mrnyantap makanan, kami pun bersua berlempar canda'an canda'an.

Dilema Dan Gerimis
Selepas makan, hujan tak kunjung reda, malam semakin larut, mata pun rasanya ingin terpejam. Gerimis pun berjodoh dengan dilema yang kami alami, antara menginap dan harus pulang ke lotim,. tak enak hati ini menginap di sekret bem unram yang begitu kami repotkan dan sibukkan dengan kedatangan kami, ingin menginap di hotel,? kami bukan wisatawan kaya, kami hanyalah gerombolan mahasiswa yang berburu ilmu. ingin rasanya bergeas pulang namun hujan rupanya mengatakan "entaran dulu," .

Kunci Motor Dan Gerimis
sebelum bergegas pulang, kami sempatkan berfoto dulu dengan kawan-kawan bem unram, selepas berofoto, berjaba tangan, pamit. saya dan kawan yang lain menuju motor masing-maisng
"eh,, kunci motor saya mana? tanya prema kami,
'gk tau, coba cek di sekret, barang kali tertinggal. sahut ku.
teman yang lain dan kawan2 bem unram membantu mencari, \
"di sekret gk ada.
'coba cek di tas, di kantong almet, kantor celana, barangkali ada yang tak sengaja masukan,, intruksi presma sembari mencari juga di kantong, tas dan kantong-kantong yang lainnya, bukan kantong mata ya.😆. 
kami pun berpencar, mencari seujung benda mungil itu, ada yang ke masjid, menyusur tanah dan jalanan, dan semua tempat yang kami hampiri. 20 menit kami mencari, tak kunjung bertemu dengan sang kunci, ku lihat perhatikan raut wajah presma di tengah siluet malam diselimuti gerimis, berfikir, menghela nafas, coba mengingat dimana di letaknya kunci itu, entah apa yang difikirkan,.
"cari apa mas? seseorang dari jendela lantai dua sekret bertanya.
"cari kunci motor. sahut salah seorang teman
"oh ini kunci motormya, tadi saya temuin tertinggal di motor, jadi saya amankan, sembari melemparkan kunci dari atas,
"terima kasih mas, sahut kami.

Menembus Gerimis
Saat gerimis mereda,  benar-benar reda di depan matamu,
belum tentu itu adalah gerimis terakhir yang bisa kau lihat,
belum tentu itu adalah bau tanah basah terakhir yang bisa kau rasakan,
belum tentu itu adalah butir kristal terakhir yang bisa kau sematkan rindu untuknya. wkwkwkwkwk...
sempat reda, eh gerimis lagi.,. rasa kekeluargaan yang membuat kami terus menyusuri jalan pulang meski derai gerimis menampar kaca helm, menikmati suasana malam kota mataram, almamater biru kebangaan kami menjadi saksi perjalanan kami.
"

Tetesan gerimis yang merinai,
dikelamnya langit malam.
Ku bisikkan puisi untuk sang almet biru


Biru lihatlah...
Bintang tak menampakkan dirinya,
gerimis terus meyamai kita

bagai pengantin baru, yang selalu ingin bersama

Tertulis jejak hujan di tubuhmu,biru
tergambar cerita perjalanan hari ini
biru, kaulah saksi dan engkaulah
yang bercerita tentang kami
suatu hari nanti,
Biru, engkaulah yang akan bermelodi.

oh, ya buk muliatun, sang bedahara bem katanya nyasar, karena sempatkan diri beli nanas sehingga tertinggal jauh dari rombongan. nanasnya kami juga yang lahap,. 😆😆😅

============================================================
Ikuti sosial media kami :
Instagram :@bemuniversitas_ gunungrinjani
Facebook :Rinjani Muda
E-mail :bemugr2018@gmail.com
Blog : rinjanimuda-ugr.blogspot.com
___________________________________
Menteri Komunikasi dan Informasi
BEM UNIVERSITAS GUNUNG RINJANI

Komentar